Selasa, 18 Januari 2022

Produk Pertanian : Ubi Jalar

Ubi jalar dengan nama latin Ipomoea batatas yang juga dikenal sebagai sweet potato adalah tumbuhan semak bercabang yang mempunyai daun berbentuk segitiga yang bergelombang dengan bunga menyerupai payung dan memiliki bentuk umbi yang besar berakar bongol. Produk pertanian ini banyak dimanfaatkan oleh manusia, meskipun masih banyak jenis dari tanaman ini yang beracun.

Ubi jalar merupakan kelompok tanaman pangan yang paling banyak dibudidayakan sebagai komoditas pertanian bersumber karbohidrat setelah gandum, beras, jagung, dan singkong. Alasan umbi ini banyak dibudidayakan adalah karena tumbuhan ini relatif mudah tumbuh, tahan hama atau penyakit serta memiliki produktivitas yang cukup tinggi. Ubi jalar memiliki kandungan yang sangat baik untuk tubuh, diantaranya protein, vitamin C, dan kaya akan vitamin A (betakaroten).

Berdasarkan warna ubi jalar, umbi ini dibedakan menjadi beberapa golongan, yaitu:

1. Ubi jalar putih, memiliki daging berwarna putih

2. Ubi jalar kuning, memiliki daging umbi berwarna kuning, kuning muda, atau kekuning-kuningan

3. Ubi jalar orange, memiliki daging umbi berwarna orange

4. Ubi jalar ungu, memiliki daging umbi berwarna ungu


Jenis Ubi jalar berdasarkan warna daging umbi



Sumber :  

Mirvanda, N. (2017). Jenis Ubi Jalar. Undergraduate Thesis, Undip.




Jumat, 24 Desember 2021

INSECURE terus... Kapan Bisa Damai?

INSECURE adalah suatu perasaan dimana seseorang merasa bahwa dirinya kurang. Perasaan ini sebenarnya bersifat wajar. Semua orang pasti punya insecurity-nya masing-masing. Insecure bisa terjadi pada segela aspek, mulai dari kehidupan sehari-hari hingga ke ranah intim seperti hubungan. Contoh, insecurity yang sering terjadi, diantaranya

1. Body Issue

Terkadang kita terlalu kritis terhadap fisik yang kita miliki. Terlebih ketika orang-orang ramai mengomentari perihal tubuh kita. Hal ini terjadi karena banyaknya ketetapan beauty standard yang sebenarnya semu bahkan tidak ada. Beauty standard setiap orang berbeda, jika kita selalu terpaku dengan hal tersebut, pastilah kita tidak akan pernah merasa cukup. Padahal nyatanya, fisik kita adalah milik kita. Harusnya kita bisa menetapkan apa yang terlihat bagus pada diri kita.

2. Self Ability 

Kemampuan diri, sering menjadi tolak ukur bagi kita. Merasa bodoh atau merasa tidak mumpuni dalam kehidupan, yang dapat berdampak pada kepercayaan diri. Hal ini termasuk isu yang sangat buruk apabila terus-terusan terjadi. Kita menjadi ragu terhadap diri sendiri, yang menjadikan kita bersikap terlalu keras pada diri sendiri. Nyatanya, setiap orang memiliki level-nya sendiri. Kita memiliki step tersendiri untuk mencapai apa goals kita. 

3. Relationship

Pada hubungan, pasti juga terdapat perasaan insecure ini. Entah, kita merasa tidak pantas atau tidak merasa puas dengan jalinan, atau juga bisa jadi kita takut jika pasangan akan berselingkuh, sehingga kita memiliki trust issue pada sebuah hubungan.

4. Social

Social Circle atau lingkup sosial tidak jarang menjadi akar dari rasa insecure. Banyaknya sifat yang dikotakkan pada diri kita, membuat kita takut untuk melakukan sesuatu. Takut untuk memulai suatu pembicaraan, takut untuk di judge, atau tidak percaya diri berbicara dengan orang lain. Contohnya, pada suatu titik kita sangat bahagia dengan kontrakan yang kita miliki, namun banyak patokan untuk memiliki rumah pada titik tersebut. Itulah yang membuat kita merasa rendah dan tidak percaya diri.


Sebenarnya, apa sih akar dari masalah insecure? Jika kita mengingat masa lalu, dirasa masa kecil terlihat sangat bahagia dan tidak memiliki banyak masalah yang kita pikirkan. Saat kita kecil, pikiran kita masih pure dengan kebahagiaan, tidak mengenal yang namanya overthinking, semuanya mengalir seperti biasa. Namun, beranjak remaja/dewasa kita mulai dikenalkan dengan target dan pressure lainnya. Takut merasa gagal, tidak bisa mencapai kesuksesan, tekanan dari berbagai arah mulai menghujam kita. 

Insecure dapat terjadi mulai dari lingkungan atau diri kita sendiri. Trauma masa lalu, peristiwa tidak menyenangkan yang selalu terulang, dikritisi oleh orang sekitar, sehingga tidak cukup mendapat apresiasi untuk suatu yang kita senangi, terlalu perfeksionis, atau tidak mengenal diri sendiri. Semua itu, bisa menjadi akar dari rasa insecure.

Perasaan seperti ini akan terus ada. Namun, kita bisa untuk membatasinya. Kapan kita harus insecure? Seberapa banyak yang bisa kita insecure-kan? Apa saja yang perlu kita insecure-kan? Semua itu kita set sendiri, kita bisa mengatur boundaries, sehingga kita bisa berdamai dengan rasa ini. Semakin dewasa, kita akan belajar bagaimana berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan keadaan, dan bisa menanamkan bahwa diri kita cukup.

Produk Pertanian : Ubi Jalar

Ubi jalar dengan nama latin  Ipomoea batatas yang juga dikenal sebagai sweet potato adalah tumbuhan semak bercabang yang mempunyai daun ber...